Novelku Part 3
Kubuka mataku perlahan. Bau menyengat menyerang hidungku. Bau yang sangat ku benci. Ya. Etanol. Yang petama kali kulihat adalah ruangan bernuansa serba putih. Aku melihat kesekelilingku. Mataku tertuju pada bu Rani yang tertidur pulas disampingku. Aku menangis. Aku merasa bahagia. Aku seperti mendapatkan rasa kasih sayang seorang ibu, meskipun bu Rani bukan orang tua kandungku. Aku dijaganya dengan baik, seolah-olah aku ini anak kandungnya. Keluarga bu Rani pun tidak mempersalahkan jika bu Rani berbuat seperti itu kepadaku. Bahkan keluarganya bu Rani sangat menerimaku apabila aku mendatangi acara keluarga besarnya. “Eh, sayang udah bangun ? Loh kenapa, kok nangis ? Ada yang sakit ? Biar ibu panggilkan Dokter ya,” ucap bu Rani khawatir. “Tidak usah bu, aku tidak apa-apa,” ucapku dengan senyuman. “Lalu kenapa kamu menangis, huh ?” tanya bu Rani sendu. “Aku hanya bahagia bu. Aku merasa dijaga sekali oleh ibu. Tapi...